Bolehkah Membawa Drone ke Pulau Padar? Wisatawan Wajib Catat

Pulau Padar dikenal dengan lanskap bukit savana dan teluk-teluk dramatis yang tampak spektakuler dari udara. Tidak heran jika banyak wisatawan ingin membawa drone ke Pulau Padar untuk mengabadikan panorama ikonik tiga pantai berwarna dari sudut pandang aerial. Jika ini kunjungan pertamamu, sebaiknya pahami terlebih dahulu panduan lengkap wisata Pulau Padar agar kamu mengetahui gambaran destinasi, aktivitas utama, dan aturan dasar sebelum merencanakan pengambilan gambar.

Namun, karena Pulau Padar berada di kawasan Taman Nasional Komodo, penggunaan drone tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan wajib mengikuti aturan konservasi yang berlaku. Simak informasi lengkap mengenai regulasi tersebut berikut ini!

Bolehkah Membawa Drone ke Pulau Padar?

Pemandangan Pulau Padar dari udara menggunakan drone dengan teluk dan bukit savana Taman Nasional Komodo

Jawabannya: boleh, tetapi dengan syarat yang cukup ketat. Wisatawan diperbolehkan membawa drone ke Pulau Padar asalkan telah mengantongi izin menerbangkan drone di Pulau Padar dari pihak berwenang, yaitu Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Aturan ini diterapkan untuk melindungi ekosistem, satwa liar, serta menjaga kenyamanan pengunjung lain.

Drone di kawasan konservasi dikategorikan sebagai pesawat udara kecil tanpa awak (PUKTA). Tanpa izin resmi, menerbangkan drone termasuk pelanggaran dan bisa dikenakan sanksi berupa denda dengan nominal yang tidak sedikit.

Selain itu, meskipun Pulau Padar bukan habitat utama komodo, drone tetap tidak boleh diterbangkan sembarangan, terutama jika berpotensi mengganggu satwa, pengunjung lain, atau keselamatan.

Jika kamu masih ragu soal kondisi jalur dan tingkat risikonya, kamu juga bisa membaca apakah Pulau Padar aman untuk pemula untuk memahami situasi lapangan dan tips keselamatan secara lebih detail.

Perlu kamu ketahui, penerapan aturan di lapangan bisa sangat ketat. Ada kasus wisatawan yang sudah membayar biaya izin, tetapi tetap diminta tidak menerbangkan drone karena pertimbangan kondisi lingkungan dan keamanan saat itu. Artinya, izin menerbangkan drone di Pulau Padar tidak selalu menjamin drone bisa langsung diterbangkan tanpa koordinasi dengan ranger setempat.

Cara Mengurus Drone Jika Ingin Dibawa ke Pulau Padar

Teluk Pulau Padar dilihat dari drone sebagai contoh hasil rekaman setelah mengurus izin penerbangan

Agar tidak mengalami kendala saat berkunjung, berikut gambaran umum cara mengurus izin jika kamu ingin membawa drone ke Pulau Padar.

Mengingat Pulau Padar hanya bisa diakses melalui jalur laut dari Labuan Bajo, penting juga memahami rute perjalanan sebelum mengurus izin drone. Kamu bisa membaca cara ke Pulau Padar dari Labuan Bajo agar lebih siap memilih jenis kapal dan mengatur jadwal keberangkatan.

1. Mengurus SIMAKSI dan Izin Drone

Langkah utama adalah mengajukan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) sekaligus izin khusus drone ke BTNK. Pengajuan bisa dilakukan secara online melalui platform resmi atau langsung di kantor BTNK di Labuan Bajo. Idealnya, izin diajukan minimal 3–7 hari sebelum tanggal kunjungan.

2. Menyiapkan Dokumen Pendukung

Ketika akan mengajukan izin, kamu perlu mempersiapkan sejumlah berkas. Beberapa dokumen yang umumnya diminta antara lain:

  • Surat permohonan dan proposal kegiatan
  • Identitas diri (KTP atau paspor)
  • Spesifikasi drone dan rencana penerbangan (flight plan)
  • Bukti asuransi dan dokumen keselamatan penerbangan. Untuk drone dengan bobot tertentu, kamu juga bisa diminta menyertakan sertifikat tambahan.

3. Membayar Biaya Izin

Penggunaan drone dikenakan biaya izin tersendiri, di luar biaya tiket masuk kawasan Taman Nasional Komodo. Biaya ini biasanya bersifat per paket kegiatan, bukan per hari. Pastikan kamu menanyakan detail biaya sejak awal agar tidak terjadi kesalahpahaman.

4. Koordinasi dengan Ranger di Lapangan

Setibanya di Pulau Padar, kamu tetap wajib melapor dan berkoordinasi dengan ranger. Ranger berhak menentukan apakah drone aman untuk diterbangkan pada waktu dan lokasi tertentu, tergantung cuaca, angin, dan kondisi sekitar. Kamu juga disarankan mengecek cuaca Pulau Padar per bulan agar bisa menghindari musim angin kencang yang berisiko bagi penerbangan drone.

Selain izin, pemilihan waktu juga sangat menentukan kualitas hasil rekaman. Untuk pencahayaan yang lebih stabil dan angin yang cenderung lebih tenang, kamu bisa melihat jam terbaik trekking Pulau Padar sebelum menentukan waktu menerbangkan drone.

5. Patuhi Aturan Keselamatan

Hindari menerbangkan drone terlalu dekat dengan tebing, kerumunan wisatawan, atau satwa liar. Jika kondisi angin kencang, sebaiknya tunda penerbangan demi keselamatan.

Dengan memahami aturan sejak awal, kamu bisa menikmati pengalaman fotografi aerial tanpa masalah. Membawa drone ke Pulau Padar memang memungkinkan, asalkan kamu mengutamakan izin, keselamatan, dan kelestarian alam.

Tinggalkan komentar